Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Class no Bocchi Gal wo Omochikaeri Shite Seisokei Bijin ni Shite Yatta Hanashi [LN] J7 Bab 2.4


Bab 2 - Hadiah Ulang Tahun




Setelah keluar dari toko serba ada, kami berdua menuju sebuah kafe di dalam mal.


Awalnya kupikir kami akan menghabiskan setengah hari hanya untuk memilih hadiah, tapi berkat saran Natsumiya-san yang benar-benar tepat, kami bisa memutuskan jauh lebih cepat dari perkiraan. Jadi kami memutuskan untuk bersantai sambil minum teh sebelum pulang.


Belakangan ini aku terus terjebak dalam mode belajar dan hampir tidak punya waktu untuk keluar, jadi ini benar-benar jadi jeda yang menyenangkan.


“Tapi sungguh—makasih banyak sudah ikut hari ini. Kamu bener-bener membantu.”


Setelah menyesap minumanku dan menghela napas kecil, aku kembali menyampaikan rasa terima kasihku.


Namun Natsumiya-san menggeleng pelan sambil tersenyum.


“Kamu tidak perlu berterima kasih. Kalau dipikir-pikir, justru aku dan Yuuki yang harusnya berterima kasih sama kamu.”


Dia melanjutkan sambil tetap memegang cangkir tehnya.


“Kalau bukan karena kamu, kurasa aku dan Yuuki-kun tidak akan pernah jadian. Kami terjebak dalam pola yang sama hampir sepuluh tahun. Kamu yang membantu mengubah itu.”


Sekarang, Yuuki dan Natsumiya-san resmi berpacaran.


Mungkin ada yang penasaran bagaimana itu terjadi, jadi akan kujelaskan sedikit.


Singkatnya, mereka mulai berpacaran pada White Day tahun ini.


Seperti yang dia bilang, meski keduanya sudah jelas saling menyukai, mereka terus terjebak dalam dinamika “teman masa kecil” dan tidak bisa mengambil langkah terakhir. Hubungan mereka tidak pernah bergerak maju.


Karena ingin membantu, aku memberi mereka sedikit dorongan saat perjalanan sekolah. Itu membuat Natsumiya-san berhenti memanggilnya “Yuuki-chan” dan mulai memanggil “Yuuki-kun,” yang perlahan membuat mereka semakin sadar satu sama lain.


Tapi bahkan setelah itu, mereka masih butuh lima bulan sebelum akhirnya benar-benar jadian.


Saat Yuuki memberinya hadiah balasan di White Day, di situlah akhirnya dia menyatakan perasaannya—dan begitulah mereka resmi jadian.


Jadi sebenarnya, mereka baru pacaran sekitar satu bulan.


Melihat betapa serasinya mereka saat perjalanan sekolah, rasanya ingin bertanya, lima bulan itu sebenarnya buat apa sih?


Itu jenis hal yang bikin siapa pun ingin meneriaki mereka. Dan jujur saja, aku juga setuju.


Tapi mengingat betapa lamanya mereka menjadi teman masa kecil, mungkin wajar kalau mereka butuh waktu lebih lama untuk bergeser ke tingkat hubungan yang berbeda.


Mungkin karena itu juga, belakangan mereka jadi mesra sekali—hampir berlebihan.


Atau mungkin......lebih tepatnya, membuat iri. Melihat mereka membuatku sadar betapa besar perubahan yang bisa terjadi pada seseorang.


“Sejak kami jadian, kami memutuskan untuk menargetkan universitas yang sama.”


“Kalian daftar ke universitas dalam kota, kan?”


“Iya. Kalau kami tidak jadian, kurasa kami tidak akan pernah membicarakan soal kuliah di tempat yang sama. Jadi dalam hal itu juga, kami benar-benar berterima kasih, Akira-kun. Terima kasih.”


Dipuji begitu membuatku agak canggung.


Baca novel ini hanya di Musubi Novel


Tapi menepisnya juga terasa tidak sopan, jadi aku menerima ucapan terima kasih itu dengan jujur.


“Kamu nantinya kuliah di Tokyo, kan?”


“Iya, itu rencananya.”


“Pasti akan sedikit sepi......tapi kalau memikirkan kalian berdua, kami harus mendukung kalian.”


Yuuki dan Natsumiya-san sudah tahu kalau aku dan Aoi-san sama-sama menargetkan universitas di Tokyo, dan kalau kami sama-sama diterima, kami berjanji akan tinggal bersama.


Yuuki sempat terlihat terkejut—atau mungkin sedikit iri.


“Memang, nanti kami tidak bisa sering ketemu, tapi itu bukan berarti kami akan berpisah selamanya. Meski tinggal di tempat berbeda, saat sudah jadi mahasiswa, kami punya lebih banyak kebebasan. Kalau ingin bertemu, kami bisa selalu mengatur waktu.”


Itu adalah kata-kata yang pernah Eiji katakan padaku saat perjalanan sekolah.


Dulu, waktu aku selalu menyerah setiap kali harus pindah sekolah, kata-kata itu cuma terdengar seperti penghiburan kosong—tapi sekarang, aku benar-benar percaya kalau jarak tidak harus mengubah segalanya.


Meski kata-kata itu bukan milikku, aku ingin menyampaikannya pada Natsumiya-san.


“Iya......kamu benar.”


Dia tersenyum ketika mengatakan itu.


“Kalian harus main ke sana nanti. Biar aku tunjukkan tempat-tempatnya.”


“Oke. Kami pasti akan berkunjung.”


Mungkin memang masih terlalu cepat untuk membuat janji seperti itu—tapi tidak ada salahnya.


Setidaknya itu jadi satu alasan lagi untuk bersungguh-sungguh menghadapi ujian masuk.


“Aoi-san juga mendaftar ke universitas di Tokyo, tapi universitasnya berbeda dengan universitasmu dan Yuuki, kan?”


“Ya, kami daftar ke tempat yang berbeda.”


“Kamu sudah tanya mau daftar ke universitas mana?”


“......Kalau dipikir-pikir, belum.”


Aku teringat ketika dia bilang sudah mendapat izin dari ayah dan neneknya untuk mendaftar ke universitas di Tokyo.


Tapi aku tidak pernah benar-benar menanyakan universitas mana yang dia incar.


“Kalau kalian mau tinggal bersama, sebaiknya cari tempat yang enak buat dua-duanya. Lebih baik tanyakan dari sekarang, daripada nanti buru-buru saat waktunya cari apartemen.”


“Kamu benar......terima kasih. Akan kutanya nanti saat perjalanan.”


Setelah itu, kami mengobrol sekitar satu jam lagi sambil menikmati teh sebelum akhirnya meninggalkan mal.


Setelah berpisah dengan Natsumiya-san, aku naik bus pulang sambil memikirkan rencana perjalanan kami.


Aku sudah memesan tempat menginap, sudah memilih hadiah—dan sekarang aku hanya memikirkan bagaimana kami akan menghabiskan waktu di sana.


Deg-degan, tapi juga membuat hati bersemangat. Perasaan yang hanya muncul karena ada seseorang yang bisa kusebut sebagai pacar.


Bagi kami berdua, perjalanan ini akan menjadi sesuatu yang tak terlupakan dalam banyak hal.


Aku yakin itu.


Akhir Bab 2

Post a Comment for "Class no Bocchi Gal wo Omochikaeri Shite Seisokei Bijin ni Shite Yatta Hanashi [LN] J7 Bab 2.4"